banner here

Pengertian Shared Web Hosting Dan Cara Memilih Shared Web Hosting

- June 23, 2018
advertise here
Shared web hosting adalah suatu layanan hosting dimana sebuah account hosting ditaruh bersama-sama beberapa account hosting lainnya dalam satu server yang sama dan memakai service secara bersama-sama. Karena digunakan secara bersama-sama, mengakibatkan jika satu account mengalami masalah, misalnya ada malware atau virus, kemungkinan besar dapat menyebar ke beberapa account yang lain. Account yang menyebabkan permasalahan tersebut biasanya akan disuspend sementara, sampai masalahnya dapat diselesaikan, kemudian dapat diaktifkan lagi.



Blog atau website lebih cocok menggunakan shared hosting jika masih baru, dimana belum memiliki banyak pengunjung. Namun jika memiliki modal berlebih dan akan dipromosikan dengan sarana iklan seperti facebook, youtube dan lainnya dapat mempertimbangkan penggunaan vps murah. VPS dengan pengaturan yang baik, dengan RAM 1GB, dapat menampung pengunjung kurang lebih 10.000 per hari.

Fitur Shared Hosting



Shared hosting biasanya memiliki fitur-fitur berikut ini :

1). Kontrol panel

Kontrol panel yang dipakai biasanya menggunakan cpanel, plesk, webmin, atau lainnya. Jika anda masih pemula sekali, sebaiknya menggunakan cpanel sebagai kontrol panel-nya. Cpanel sangat mudah digunakan dan banyak sekali fiturnya. Fitur control panel diantaranya adalah :

1.a). Add on domain

Anda bisa menambahkan dan mengatur isi domain dengan mudah. Cukup dengan menambahkan name server dari penyedia hosting ke dalam domain, anda bisa langsung menambahkan nama domain ke dalam cpanel. Name server hosting biasanya seperti ini ns1.namahosting.com dan ns2.namahosting.com

1.b). Email

Membuat email dengan cpanel sangatlah mudah. Software email yang biasa digunakan adalah squaremail. Dengan langkah beberapa klik, email dengan nama domain yang ditambahkan, dapat langsung diakses. Contoh email : admin@domain.com.

1.c). Aplikasi blog

Aplikasi blog yang biasa digunakan adalah wordpress. Blog wordpress anda dapat langsung tersedia dalam beberapa langkah. Info login dan password akan dikirimkan ke email yang dicantumkan saat instalasi.

1.d). Backup blog

Sarana backup merupakan hal yang sangat penting. Membackup blog dapat dilakukan dalam beberapa langkah. Hasil backup dapat didownload ke dalam komputer atau dikirim ke email.

1.e). Install SSL

Install ssl dapat dengan mudah dilakukan dengan menggunakan fitur ssl manager. Dengan menggunakan ssl manager, semua keperluan untuk instalasi ssl mulai dari genrate CRT dan CSR dapat dengan mudah dilakukan.

1.f). Proteksi folder dengan password

Folder-folder yang berisi file-file penting dapat dengan mudah diproteksi dengan password, agar tidak mudah dimasuki oleh orang-orang jahil.

2). Private IP

Setiap akun dapat memiliki IP, baik itu shared IP atau Private IP. Shared IP mempunyai arti bahwa ada beberapa akun yang menggunakan IP secara bersama-sama. Setiap akun juga bisa memiliki IP sendiri dengan membeli private IP. Dengan private IP, akun shared hosting akan lebih independent, walaupun daya yang digunakan tetap bersama-sama.

Kelebihan



Harga shared hosting sangatlah murah. Dimulai dari Rp. 5000,00 per bulan dengan kapasitas yang kecil, sampai dengan Rp. 200.000, dengan kapasitas dan resource yang lebih besar. Shared hosting sangat cocok untuk blog baru dengan pengunjung yang masih sedikit. Semua pengaturan hosting dilakukan oleh pemilik hosting, sehingga pengguna dapat fokus ke isi blog. Hal ini tentu cocok bagi pengguna yang tidak memiliki kemampuan dalam menangani server. Semua jenis aplikasi dinamis yang banyak digunakan di dunia online, hampir semuanya tersedia. Cukup dengan beberapa langkah, blog anda akan siap untuk digunakan.

Kekurangan



1). Penggunaan daya yang digunakan bersama-sama antar account mengakibatkan jika satu account mengalami masalah, bisa mengakibatkan account lain terkena imbasnya. Misalnya jika satu account membuat blog berisi malware atau spamm, maka account lain juga bisa dianggap spamm. Kami pernah menggunakan shared hosting dengan ip yang dipakai bersama-sama. Ternyata di dalam satu IP tersebut, ada pengguna lain yang membuat blog spamm. Hal ini mengakibatkan IP tersebut diblack-list. Setelah dikonsultasikan ke bagian admin, akhirnya blog yang membuat blog spam, disuspend, dan IP-nya kembali normal.

2). Kekurangan lainnya adalah, jika satu blog membutuhkan daya yang tinggi, bisa jadi account lain yang tidak membutuhkan daya yang rendah, dapat menjadi lambat. Jika hal ini terjadi, sebaiknya langsung minta bantuan support.

3). Kecepatan loadingnya tidak secepat jika menggunakan VPS. Biasanya dibawah standar dari ketentuan yang disarankan oleh google. Salah satu cara untuk mengukur kecepatan loading web adalah dengan menggunakan pagespeed dari google. Silakan kunjungi webnya.

4). Tidak bisa dicustome sesuai dengan keinginan karena pengaturannya sudah default dari pemilik hosting.

5). Uptime-nya tidak mencapai 100%.

Saran Dalam Memilih Shared Hosting



1). Perhatikan profile company-nya. Apakah perusahaan tersebut masih baru atau sudah lama. Jika sudah lama, siapa saja yang pernah menjadi pelanggannya. Telusuri lewat mbah google, apakah ada yang pernah merasakan puas atau kecewa dengan layanan hosting tersebut.

2). Lokasi Data center. Data center yang terdekat di indonesia adalah daerah jakarta. Negara terdekat yang sering digunakan adalah singapura, autralia, belanda, jepang dan hongkong. Lokasi data center sangat berpengaruh terhadap kecepatan web. Jika target market-nya adalah orang indonesia, pilihlah data center di jakarta. Jika target market-nya adalah orang luar negeri, misalnya amerika, carilah data center di amerika. Negara luar yang terdekat adalah Singapura. Jika lokasi indonesia terasa mahal, pilihlah negara terdekat misalnya singapura atau jepang.

3). Apakah terdapat fitur CDN. Fitur CDN dapat mempercepat loading web. Dengan bantuan CDN, konten yang dibuat dapat didistribusikan ke beberapa data center di beberapa negara yang berbeda. Contoh hosting yang menawarkan CDN adalah nexcess dan dreamhost.

4). Lightspeed server. Lightspeed server dapat mempercepat kecepatan loading web dari sisi server.

5). Harga. Jangan terpaku pada harga murah. Karena belum tentu harga murah adalah baik. Beberapa perusahaan hosting menawarkan harga shared hosting yang lebih mahal dari lainnya, bahkan lebih mahal dari VPS yang unmanaged. Shared hosting yang menawarkan harga agak murah adalah hawkhost dengan fitur yang cukup bagus.

6). Support. Carilah hosting yang dapat memberikan support dalam waktu cepat. Pengalaman kami, shared hosting yang cepat dalam menagani keluhan dan perbaikan adalah nexcess dan hawkhost.

7). Uptime. Uptime adalah kemampuan hosting tetap online dalam satu tahun. Jika suatu hosting menawarkan uptime 99%, maka 1%-nya adalah waktu dimana hosting atau blog kita menjadi off. Jika dalam satu tahun terdapat 365 hari, 1% berarti 3,65 hari. Hal itu artinya blog atau hosting akan off selama 3,65 hari dalam satu tahun. Waktu off ini biasanya acak, misalnya 1 hari ada 10 menit atau 5 menit off. Cari yang uptime-nya kalau ada atau bisa 100%. Menurut kami, mesin pencari lebih senang terhadap web yang uptime-nya bisa 100%.

8). Refund policy. Apakah ada refund policy atau pengembalian uang jika hostingnya tidak berjalan sesuai dengan janji. Perusahaan shared hosting yang pernah memberikan refund uang adalah dewaweb dan fastcomet.

Memilih shared web hosting yang bagus tidaklah mudah. Kita tidak akan pernah tahu, sampai mencobanya sendiri. Di antara pelanggan terkadang juga mengalami pengalaman yang berbeda-beda. Satu pelanggan merasakan puas, namun pelanggan lainnya mengalami kekecewaan.
Advertisement advertise here

 

Start typing and press Enter to search